Jangan cemburu bila aku berkata hati ini hanya aku yang punya
Dan duniaku adalah hatiku ini
Dengarkan hatiku ini
Kemanapun aku pergi hanya dia yang temani aku
Luka, perih, pedih bahkan saat kekasih pergi
Hanya ada hatiku ini
Hanya dia yang aku punya
Dia yang aku jaga dari kontaminasi dunia
Ku jaga bagai pualam
Ku letakkan pada tempat teristimewa dalam dadaku
Cukup
Kau tak boleh memprotesnya
Atau merenggutnya hanya tuk sekedar dapat perhatian dariku
Sebenarnya sekeping hati ini ingin ku berikan padamu
Yang mungkin mampu menjaganya dari debu dan goresan
Yang mungkin mau melindungi dari kejamnya dunia
dan yang mampu memberikan kelembutan seperti embun di pagi hari
atau seperti merdunya gemericik air telaga
atau seperti hangatnya sinar matahari
Bila mampu atau menyanggupinya
bila tidak
Maaf
Sekeping hati ini akan aku berikan
kepada siapa yang mampu manjaganya
yang mau melindunginya
bukan hanya itu
akan ku berikan jua seluruh detak jantung dan waktuku
bahkan seluruh hidupku
untuknya
tuk bangun sebuah istana Kristal indah
dimana aku akan berbahagia di dalamnya
selamanya
( bersediakah dirimu ? hm….)
with love violet
Lembah hijau 21 mei 2009 13.01
Harusnya aku mengerahkan saraf baja menolak pesonamu
Ini solusi terbaik untuk aku bisa tidur nyenyak malam ini
Cukup mengelikan dalam 100 hal memang :P
Tapi ini kayaknya kurang relevan yak !
Aku tidak terlalu berharap
Aku benci diriku karena aku cinta padamu
Ouch……maaf ku rasa tidak
Aku menyebut itu hanya sebagai ilustrasi
Mungkin saja terjadi
Kau mempesonaku dengan rasa pahit
Yang terus mengusik hatiku
Kemarahan yang indah
Dan aku harus menerimanya dengan geram
Aku dendam
Memoriku sebenarnya kacau
Tapi janganlah itu merisaukanmu
Karena aku bukan siapa-siapamu
1 pertanyaan
kau suka sendirian ?
aku juga tidak
hm…..sepertinya kita harus menderita bersama-sama
with love violet
lembah hijau 28 mei 2009 18.00
Label: memori, pesona, puisi, puisi cinta
Kau tahu..
Jika senja mulai menghilang..
Aku akan tersenyum bahagia
Karena malam akan menjemputku
Dan kemudian aku akan menjadi sangat bahagia
Aku tak peduli dengan gelap dan kelam
Karena aku yakin ada DIA yang akan beriba padaku
Dan kemudian memberikan cahayaNYA
Mungkin cahaya itu bukan untukku
Tapi setidaknya
Meskipun dari jauh aku dapat merasakan terangnya
Aku tak butuh cahaya yang terang
Karena itu akan menyilaukan pandanganku
Dan kemudian aku tak dapat melihat dengan jelas
Kau tahu
Ketika aku mengenalmu melalui namamu
Aku semakin percaya bahwa DIA MAHA INDAH DAN LEMBUT
DIA melaluimu, menyapa hatiku ketika aku bermuram
Atas nama keindahan namamu
Aku semakin percaya
DIA menciptakan segala ciptaanNYA dengan amat sangat sempurna
Kau tahu
Aku mengenalmu bukan melalui rupamu
Cukup namamu yang aku sematkan jauh sebelum aku mengenalmu
Dan melalui namamu
Aku semakin percaya
DIA menyampaikan kalam indah dalam FirmanNYA dengan penuh keindahan bahasa
Dan kau tahu
Melalui tutur bahasa yang kau rangkai dengan tulus
Aku percaya bahwa keberserahanlah yang membuat aku tenang
Aku tak terbuai oleh tulisanmu
Aku tak terbuai oleh rupamu
Karena aku mengenalmu bukan karena tulisan dan rupamu
Aku mengenalimu karena do’a yang teruntai dari namamu
Sudah kesekian kali aku katakan padamu
Aku hanya biasa
yang hatinya pun dapat terluka
yang dari wajahnya pun dapat berirmata
Ya.. aku hanya biasa
Yang hanya biasa
Yang masih belajar memahami batas antara keinginan dan kebutuhan
Ingin kucukupkan segala rupa rasa dalam inginku
Namun sungguh bukan untuk menepuk punggungmu
Untuk melihat wajahmu pun aku hanya terdiam
Lalu bagaimana bisa aku menepuk punggungmu
Sedang tanganku saja masih terluka
Lalu bagaimana bisa kuhadapkan wajahku untuk menatap indah matamu
Sedang aku sendiripun masih kesusahan untuk membersihkan wajahku
Dari kemunafikan dan keterlenaanku
Dan kau tahu
Cahaya yang kuperlukan mungkin ada padamu
tak perlu mendekatiku tak perlu berbagi denganku
cukup dirimu saja disana dan selesaikan urusanmu…
aku hanya butuh pendaran cahaya yang kau genggam
mungkin cahayamu akan menuntunku melalui kegelapan malam
dan aku kemudian berjalan pada jalur yang seharusnya aku lalui..
Demi DIA yang MAHA INDAH dan LEMBUT
Kau telah menyapa hatiku
Bukan atas rupa dan tulisan
Tapi karena keindahan do’a dalam namamu
Wahai engkau pemilik nama seindah langit biru
*Parijs Van Java, dipenghujung malam hari ke empat dibulan Mei, 2009*
Pagi tadi aku menghampiri embun diatas rumput di tepi jalan setapak menuju hutan kecil di pegunungan arfak papua
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai embun pagi ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !
Lalu…….
Aku berjalan menghampiri bunga liar kecil putih
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai bunga putih kecil ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !
Hai kemanakah kau kekasihku ?
Kemudian aku berlari menghampiri desau pinus
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai desau pinus ?
Ia menjawab:bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !
Tapi kekasihku tak ada, kemana dia ?
Aku tak putus asa
Kembali aku bertanya pada kabut yang mulai turun
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai sang kabut ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !
Ooooh….semua tahu dimana dirimu tapi aku tak melihatmu
Aku tinggalkan hutan kecil itu
Aku berlari menuju pantai
Ku hampiri ombak dan bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai ombak laut ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !
Ombak tahu, bunga putih kecil tahu, semua tahu dimana dirimu berada
tapi aku tak melihatmu
Kemana ? dimana ?
Aku marah,….. berlari menahan tangis
Lalu ku datangi pasir pantai bersimpuh putus asa
Dan lirih aku bertanya lihatkah kau kekasihku wahai pasir yang putih ?
Ia menjawab lihatlah kekasihmu selalu di sampingmu
Mana jawabku…
Ituuuuuu…..
Yaaaa aku melihatnya
Tapi dia diam saja tak berkata, tak bertanya
Tak manganggap aku ada
Karena…..
Dia hidup dalam dunianya
Dia tenggelam dalam laut pekerjaannya sepanjang hari, sepanjang waktu
Dia hanya peduli dengan dirinya sendiri
Karena aku hanya patung baginya
with love
violet
lembah hijau 15 juni 2009 17,35’ saat aku menantimu pulang
Label: embun, ombak, patung, puisi cinta
Aku tak mau memohon pada cinta
Yang tadi pagi menyapa aku kala gerimis mulai turun
Karena hatiku telah terluka
Sungai air mata kutumpahkan bermalam-malam tuk cinta
Dan berbait-bait sajak kulantunkan hanya untuk cinta
Dia tak mengerti
Telah ku himpun segenap warna tuk melukis sketsa merah jambunya cinta dalam hati dan benakku
Cinta hanya memberikan seribu diam
Apa yang salah
Cinta tak memberikan walau hanya seulas senyum
Hampa
Aku tak mau memohon pada cinta
Walau malam memberikan pengharapan pada bulan tuk bersinar
Walau bayu semilir sejuk menyergap rasa
Kisi-kisi hatiku telah aku tutup
Karena ternyata cinta sedingin es
Membekukan
Nyaris membuatku tak mampu bergeming dari khayalku
Hingga aku putuskan
Aku datang padamu cinta
Memohon
Cinta tinggalkan aku
Sekarang juga............
by violet
Lembah hijau 27 juni 2009 8.28 ( pagi ini sedang gerimis sayang ! )
Label: air mata, puisi cinta, puisi. cinta
biru tak kan pernah meninggalkan langit..
meskipun langit beranjak menjadi pekat..
tingginya langit sebatas pandangan jiwa..
biru tak kan pernah menjauhi laut..
karena biru adalah dalamnya laut..
dalamnya laut sebatas pandangan hati..
senja memerah di batas cakrawala..
aku layang - layang yang putus di kala senja
diterbangkan angin dan kini..
AKU SIAP
bila DIA mendamparkan aku
dimanapun DIA berkehendak
Label: biru
sering kuhasratkan sesuatu,
Namun Kau telah memilihkannya untukku
pilihanMU senantiasa lebih baik
dan
Kau teramat sayang padaku..
(Ibn AtThaillah)
mungkin aku dapat merangkai kata
tapi itu bukan aku yang menggerakkan
DIA yang Maha Berkehendak
dan sungguh malam ini aku tak kuasa
atas segala rasa yang kupunya
“Robb…aku jatuh cinta, sungguh aku jatuh cinta Robbku…
Bukan karena pesona yang dia punya atau bukan pula karena dia punya segalanya…
Namun semua yang telah Engkau izinkan terjadi, telah membuat ku terbiasa melalui hariku bersama dia, meski hanya dalam lelapku…"
tapi....
aku bukan menyangsikan apapun yang menjadi rencanaMU..
aku hanya tidak mau berharap banyak atas keinginanku
aku terlalu rapuh untuk ini semua..
sungguh aku terlalu rapuh atas rasaku sendiri..
aku jatuh cinta
atas rasa yang tak pernah ku duga
aku jatuh cinta
atas segala rupa rasa yang tak biasa
*Parijs van Java, hampir menjelang jam dua pagi, hari ke sembilan, bulan Mei, 2009*
Label: biru

